Obati Asam LambungPanduan lambung sehat

Gastritis (Radang Lambung): Penyebab, Gejala, dan Penanganan

Gastritis, yang dalam percakapan sehari-hari juga disebut radang lambung, adalah peradangan pada lapisan dinding lambung. Kondisi ini bisa muncul tiba-tiba (akut) atau berlangsung lama (kronis), dan penyebabnya beragam. Karena itu, penanganan yang tepat bergantung pada apa yang memicunya. Halaman ini menjelaskan penyebab, gejala, dan langkah yang umum dilakukan.

Informasi di halaman ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau pengobatan dari dokter. Jika keluhan berat, berulang, atau tak kunjung membaik, segera periksakan diri.

Apa yang Terjadi pada Gastritis?

Dinding lambung dilapisi lendir yang melindunginya dari asam lambung. Bila lapisan pelindung ini terganggu, asam dan zat iritan dapat meradang atau mengikis dinding lambung. Peradangan bisa ringan dan sementara, tetapi pada sebagian kasus berlangsung bertahun-tahun dan menimbulkan perubahan pada lapisan lambung.

Penyebab Gastritis

  • Infeksi Helicobacter pylori: bakteri ini merupakan salah satu penyebab tersering gastritis kronis dan juga berkaitan dengan tukak lambung.
  • Obat antinyeri golongan OAINS (misalnya ibuprofen, aspirin, atau diklofenak) yang dipakai berulang atau dalam dosis tinggi, terutama saat perut kosong.
  • Alkohol dan merokok yang mengiritasi dan melemahkan pertahanan lambung.
  • Stres fisik berat, misalnya akibat penyakit parah, luka bakar luas, atau operasi besar.
  • Gangguan autoimun, ketika sistem kekebalan menyerang sel lambung. Penyebab ini lebih jarang.
  • Refluks empedu atau penyebab lain yang ditentukan dokter.

Gejala Gastritis

  • Nyeri, perih, atau rasa terbakar di ulu hati.
  • Mual dan kadang muntah.
  • Kembung, sering sendawa, dan rasa cepat kenyang.
  • Nafsu makan menurun.

Pada sebagian orang gastritis tidak menimbulkan gejala sama sekali dan baru ditemukan saat pemeriksaan. Sebaliknya, gejala yang mirip juga dapat berasal dari maag fungsional atau GERD, sehingga gejala saja tidak cukup untuk memastikan diagnosis.

Gastritis Akut dan Kronis

Gastritis akut umumnya muncul mendadak dan sering berkaitan dengan obat, alkohol, atau infeksi tertentu. Bila penyebabnya dihilangkan, keluhan biasanya mereda dalam beberapa hari hingga minggu. Gastritis kronis berkembang perlahan, dapat bertahan berbulan-bulan, dan perlu dievaluasi dokter karena bisa memengaruhi lambung dalam jangka panjang, termasuk penyerapan zat gizi tertentu seperti vitamin B12 pada jenis autoimun.

Bagaimana Gastritis Didiagnosis?

Dokter akan menanyakan gejala, riwayat obat, kebiasaan minum alkohol, dan merokok. Pemeriksaan lanjutan yang dapat disarankan antara lain tes untuk mendeteksi H. pylori (napas, tinja, atau darah) dan endoskopi, yaitu pemeriksaan dengan selang kecil berkamera untuk melihat lambung dan mengambil contoh jaringan bila diperlukan.

Pengobatan Gastritis

Pengobatan disesuaikan dengan penyebabnya:

  • Bila disebabkan H. pylori, dokter biasanya meresepkan kombinasi obat selama beberapa hari hingga minggu. Habiskan seluruh obat sesuai anjuran, dan jangan membeli antibiotik sendiri.
  • Bila disebabkan OAINS, dokter dapat menyarankan menghentikan atau mengganti obat tersebut. Jangan berhenti mengonsumsi obat resep tanpa bertanya lebih dulu.
  • Obat penekan atau penetral asam dapat diberikan untuk meredakan keluhan dan membantu pemulihan dinding lambung.
  • Pada gastritis autoimun, dokter dapat menangani kekurangan zat gizi yang menyertainya.

Kebiasaan yang Dapat Membantu

  • Makan teratur dengan porsi sedang dan jangan menunda makan terlalu lama.
  • Kurangi makanan sangat pedas, asam, atau berlemak bila terbukti memicu keluhan Anda.
  • Batasi alkohol dan hentikan merokok.
  • Hindari memakai obat antinyeri tanpa anjuran, terutama pada perut kosong.
  • Kelola stres dan cukupi waktu tidur. Baca juga hubungan kecemasan dan lambung.

Bahan alami seperti jahe atau madu kadang dicoba untuk menenangkan lambung. Bukti ilmiahnya terbatas dan tidak menggantikan pengobatan penyebab gastritis, apalagi bila ada infeksi H. pylori.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah gastritis sama dengan maag?

Tidak persis. Maag adalah istilah awam untuk keluhan nyeri atau perih di ulu hati, sedangkan gastritis adalah peradangan dinding lambung yang dapat menjadi salah satu penyebabnya.

Apakah gastritis bisa sembuh total?

Gastritis akut umumnya membaik setelah penyebabnya diatasi. Gastritis kronis bergantung pada penyebab dan beratnya; sebagian dapat membaik, sebagian memerlukan pemantauan jangka panjang.

Apakah gastritis bisa menjadi kanker lambung?

Gastritis kronis jenis tertentu, terutama yang berkaitan dengan infeksi H. pylori lama, dikaitkan dengan peningkatan risiko, meski sebagian besar penderitanya tidak mengalaminya. Pemeriksaan dan pengobatan dini membantu menurunkan risiko tersebut.

Kapan Harus Segera ke Dokter?

Segera cari bantuan medis bila Anda mengalami salah satu tanda berikut:

  • Muntah darah atau muntahan berwarna seperti ampas kopi.
  • Buang air besar hitam pekat seperti aspal atau berdarah.
  • Sulit atau nyeri saat menelan, atau makanan terasa tersangkut.
  • Berat badan turun tanpa sebab yang jelas.
  • Nyeri hebat di dada atau perut yang muncul tiba-tiba, terutama bila disertai sesak, keringat dingin, atau nyeri menjalar ke lengan, rahang, atau punggung.
  • Gejala berlangsung lebih dari beberapa minggu meski sudah mengubah pola makan dan gaya hidup.

Topik Terkait

Pelajari juga maag, tukak lambung, dan GERD.